Dalam hal ini, ia memperkirakan tingkat pergerakan mata uang Garuda akan berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS hingga akhir tahun ini, bisa sedikit di bawah atau di atas. Menurutnya kisaran ini merupakan target yang masuk akal dan menunjukkan penguatan dolar AS secara keseluruhan daripada pelemahan fundamental rupiah.

"Jadi jika Anda menanyakan target kepada saya, sekitar 18.000 misalnya, akan menjadi target yang masuk akal. Itu lebih menunjukkan kekuatan dolar dibandingkan kelemahan rupiah," ujarnya.

Namun pergerakan nilai tukar ini diperkirakan akan berbalik pada awal tahun depan ketika penguatan dolar AS mulai mereda. Artinya mulai 2027, rupiah diramal akan kembali menguat.

"Tahun depan situasi itu bisa saja berbalik, karena pada titik tertentu nilai dolar akan melemah dan saat itulah rupiah akan mendapat dorongan positif. Pesan utamanya adalah bahwa pelemahan khusus pada rupiah yang kita alami di awal tahun sudah tidak ada lagi. Kondisi itu sudah teratasi," tambahnya.