Lebih lanjut, Frederic mengatakan penguatan rupiah mulai 2027 mendatang juga didorong oleh berbagai langkah tegas dan agresif dari Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan suku bunga acuan pada awal tahun ini, yang memberikan kepastian bagi para investor.

"Kita hampir mencapai akhir siklus pengetatan moneter di Indonesia. Kita telah melihat Bank Indonesia mengambil langkah yang sangat agresif pada awal tahun ini, sehingga mereka telah melakukan sebagian besar upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan hal tersebut sangat berperan dalam meyakinkan para investor mengenai stabilitas mata uang," ungkapnya.

Di luar itu, ia memperkirakan BI hanya akan menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi menjelang akhir tahun sebelum akhirnya menghentikan siklus pengetatan. Karena itu, menurutnya pergerakan nilai tukar mata uang Garuda akan sangat terbatas.

"Anda sudah melihat adanya stabilitas pada nilai tukar rupiah dan kembalinya arus masuk modal. Jadi kami memperkirakan bahwa pada tahun depan, pergerakan nilai tukar rupiah akan berada dalam kisaran yang relatif sempit," pungkas Frederic.