Dalam kondisi terburuk, jika faktor eksternal dan internal yang disampaikan tadi tak kunjung membaik, Lukman mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar berpotensi terus merosot hingga ke level Rp 18.350 per dolar AS di akhir tahun nanti.
"Untuk akhir tahun diperkirakan berkisar 18.350," tegas Lukman.
Senada, Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bertahan di kisaran 18.000-18.100 hingga akhir tahun. Namun ia menilai sulit bagi rupiah untuk bergerak di luar zona itu, semisal menguat ke level Rp 17.000-an/dolar AS atau malah melemah hingga menembus Rp 18.200/dolar AS.
"Posisinya masih antara 18.000 sampai 18.100 sampai kuartal keempat akhir tahun," ujar Tauhid.
Menurutnya tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari harga minyak mentah dunia hingga rencana MSCI untuk menurunkan kelas pasar modal Indonesia yang berpotensi mengakibatkan arus keluar modal (capital outflow).