Namun di sisi lain, Tauhid berpendapat Bank Indonesia (BI) yang bertugas menjaga kondisi moneter nasional akan melakukan berbagai cara dan langkah intervensi untuk mencegah rupiah terus melemah. Salah satunya terlihat dari bagaimana BI saat ini sedang mendorong pemberian insentif lindung nilai atau hedging menggunakan instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

"BI akan all-out, dia akan all-out untuk untuk tidak terlalu terpuruk rupiah-nya gitu ya. Tapi kalau untuk di bawah Rp 18.000 per dolar rasanya sulit lagi," terangnya.

Sebagai informasi, nilai tukar dolar AS pagi ini menguat terhadap rupiah. Penguatan membawa mata uang Paman Sam itu bergerak di level Rp 18.100-an.

Dikutip dari data Bloomberg, Selasa (3/11), dolar AS sempat melemah 0,06% ke level Rp 18.145 pada pembukaan perdagangan pagi ini. Namun tak berselang lama, dolar AS menguat 0,02% ke level Rp 18.160 pukul 09.10 WIB.

Pada penutupan perdagangan Senin (2/11) kemarin, dolar AS diketahui berada pada level Rp 18.156. Dolar AS bergerak variatif terhadap mata uang negara lain.