Dalam seminggu terakhir, Trump mengadakan polling di media sosial terkait perubahan nama AI. Ia meminta pengikutnya untuk memilih nama baru untuk AI dari tiga opsi, yaitu Superior Intelligence (kecerdasan superior), Extreme Intelligence (kecerdasan ekstrem), dan Supreme Intelligence (kecerdasan tertinggi).

Setelah beberapa kali melakukan pemungutan suara di platform Truth Social dan X, kecerdasan super terpilih sebagai pemenangnya. Namun, Trump tidak pernah menjelaskan tujuannya mengubah nama AI.

Apakah istilah baru ini akan diadopsi oleh industri teknologi juga masih menjadi pertanyaan. Apalagi istilah kecerdasan superior juga memiliki arti khusus di komunitas teknologi.

Pada tahun 2014, pakar filosofi Nick Bostrom menulis buku bertajuk Superintelligence: Paths, Dangers, Strategies. Ia mendeskripsikan kecerdasan super sebagai jenis kecerdasan yang jauh melampaui kemampuan manusia di hampir semua bidang.