"Kami di Kementerian Desa berkepentingan agar dana CSR yang dimiliki oleh setiap perusahaan, BUMN, BUMD maupun swasta, dapat dikontribusikan bagi pembangunan dan pengembangan desa. Itu kepentingan kami, supaya semua berpartisipasi aktif membangun bangsa melalui pembangunan desa. Kalau desanya maju, Indonesianya maju," tegasnya. Ia berharap acara ini akan terus berlanjut setiap tahunnya sehingga semakin banyak perusahaan yang dapat memberikan kontribusi CSR-nya diperuntukkan bagi pembangunan masyarakat desa. Sebab menurutnya hal ini sejalan dengan program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada peningkatan taraf hidup dan daya beli masyarakat perdesaan.

"Bapak Presiden sangat concern bagi percepatan pembangunan bangsa melalui pembangunan desa. Jadi semua, hampir semua program-program Bapak Presiden itu menyasar masyarakat di seluruh Indonesia khususnya di perdesaan," kata Ahmad.

Menurutnya peran serta pihak swasta atau BUMN dalam pembangunan desa melalui skema CSR ini tidak hanya menguntungkan para warga setempat, namun dalam jangka panjang juga akan memberikan manfaat bagi perusahaan yang terlibat itu sendiri. Sehingga ia sangat mendorong agar pihak perusahaan baik yang menerima anugerah atau yang belum untuk terus melakukan kolaborasi baik ini.

"Kalau usahanya maju, daya beli meningkat. Kalau daya beli meningkat, ya supply-demand meningkat. Jadi tugas kita ini bagaimana meningkatkan daya beli. Dan untuk itu masyarakat desa harus dilibatkan oleh semua pelaku-pelaku usaha termasuk pemberian CSR," ucapnya.

Sementara itu Ketua Umum ISSF, Sudarmanto, menyampaikan pemberian anugerah CSR dan PDB Awards ini terus berkembang dan menyelaraskan diri dengan arah pembangunan nasional, termasuk poin Asta Cita ke-6.