"ISSF atau Indonesia Social Sustainability Forum mengadakan agenda untuk penghargaan awarding yang memasuki tahun kelima tahun 2026, dan bahkan kita terus-menerus bekerja sama dengan Kementerian Desa serta yang disampaikan oleh Pak Wamen tadi bahwa semua program terkolaborasi menjadi satu. Kita masuk ke poin Asta Cita keenam," tutur Sudarmanto.

Terkait dengan pengawasan dan kejelasan program, Sudarmanto menekankan pentingnya transparansi serta adanya panduan program yang jelas bagi perusahaan yang dalam hal inilah ISSF banyak berperan. Ia juga memaparkan beberapa contoh nyata program CSR yang dijalankan perusahaan peserta di daerah.

"Tentunya yang disampaikan Pak Wamen tadi adalah aspek transparansi sehingga kita sebagai koordinator pengelola CSR memberikan suatu bentuk program yang nyata, ada guidance-nya. Contoh tadi ada bidang kesehatan, kalau di Maluku Utara ada pengentasan stunting-nya, dan pemberdayaan perempuan dan wanita, juga mendayagunakan wanitanya menjadi ujung tombak penghasilan keekonomian untuk di UMKM-UMKM-nya," jelas Sudarmanto.

Ia berharap melalui penyelenggaraan CSR dan PDB Awards 2026 ini semakin banyak pelaku usaha yang menjadikan desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan mitra strategis utama yang tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.