NADIKABAR.COM — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) menggelar acara penganugerahan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026.

Dalam acara penganugerahan tahun ini, sebanyak 61 perusahaan dalam 74 program terlibat pengembangan desa dan menerima penghargaan atas keberhasilan dalam mendorong keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan di perdesaan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, serta perwakilan dari berbagai kementerian/lembaga terkait yang ikut memberikan piala apresiasi kepada para pemenang.

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria mengatakan CSR perusahaan memiliki peran penting dalam mengakselerasi pembangunan desa di seluruh Indonesia yang berjumlah lebih dari 75.000 desa. Dalam hal ini, ia menegaskan bagaimana sinergi pendanaan CSR sangat dibutuhkan untuk melengkapi program pembangunan nasional.

"Hari ini kita menyelenggarakan penganugerahan CSR bagi perusahaan-perusahaan yang memberikan kontribusi bagi pembangunan, pengembangan desa, dan perdesaan. Kurang lebih ada 61 perusahaan dan 74 program di desa-desa," ujar Ahmad di acara CSR & PDB Awards 2026 di Kantor Kemendes PDT, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).

"Kami di Kementerian Desa berkepentingan agar dana CSR yang dimiliki oleh setiap perusahaan, BUMN, BUMD maupun swasta, dapat dikontribusikan bagi pembangunan dan pengembangan desa. Itu kepentingan kami, supaya semua berpartisipasi aktif membangun bangsa melalui pembangunan desa. Kalau desanya maju, Indonesianya maju," tegasnya. Ia berharap acara ini akan terus berlanjut setiap tahunnya sehingga semakin banyak perusahaan yang dapat memberikan kontribusi CSR-nya diperuntukkan bagi pembangunan masyarakat desa. Sebab menurutnya hal ini sejalan dengan program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada peningkatan taraf hidup dan daya beli masyarakat perdesaan.

"Bapak Presiden sangat concern bagi percepatan pembangunan bangsa melalui pembangunan desa. Jadi semua, hampir semua program-program Bapak Presiden itu menyasar masyarakat di seluruh Indonesia khususnya di perdesaan," kata Ahmad.

Menurutnya peran serta pihak swasta atau BUMN dalam pembangunan desa melalui skema CSR ini tidak hanya menguntungkan para warga setempat, namun dalam jangka panjang juga akan memberikan manfaat bagi perusahaan yang terlibat itu sendiri. Sehingga ia sangat mendorong agar pihak perusahaan baik yang menerima anugerah atau yang belum untuk terus melakukan kolaborasi baik ini.

"Kalau usahanya maju, daya beli meningkat. Kalau daya beli meningkat, ya supply-demand meningkat. Jadi tugas kita ini bagaimana meningkatkan daya beli. Dan untuk itu masyarakat desa harus dilibatkan oleh semua pelaku-pelaku usaha termasuk pemberian CSR," ucapnya.

Sementara itu Ketua Umum ISSF, Sudarmanto, menyampaikan pemberian anugerah CSR dan PDB Awards ini terus berkembang dan menyelaraskan diri dengan arah pembangunan nasional, termasuk poin Asta Cita ke-6.

"ISSF atau Indonesia Social Sustainability Forum mengadakan agenda untuk penghargaan awarding yang memasuki tahun kelima tahun 2026, dan bahkan kita terus-menerus bekerja sama dengan Kementerian Desa serta yang disampaikan oleh Pak Wamen tadi bahwa semua program terkolaborasi menjadi satu. Kita masuk ke poin Asta Cita keenam," tutur Sudarmanto.

Terkait dengan pengawasan dan kejelasan program, Sudarmanto menekankan pentingnya transparansi serta adanya panduan program yang jelas bagi perusahaan yang dalam hal inilah ISSF banyak berperan. Ia juga memaparkan beberapa contoh nyata program CSR yang dijalankan perusahaan peserta di daerah.

"Tentunya yang disampaikan Pak Wamen tadi adalah aspek transparansi sehingga kita sebagai koordinator pengelola CSR memberikan suatu bentuk program yang nyata, ada guidance-nya. Contoh tadi ada bidang kesehatan, kalau di Maluku Utara ada pengentasan stunting-nya, dan pemberdayaan perempuan dan wanita, juga mendayagunakan wanitanya menjadi ujung tombak penghasilan keekonomian untuk di UMKM-UMKM-nya," jelas Sudarmanto.

Ia berharap melalui penyelenggaraan CSR dan PDB Awards 2026 ini semakin banyak pelaku usaha yang menjadikan desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan mitra strategis utama yang tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.