"Kalau kita bisa memaksimalkan utilisasi industri sampai 80-85% dengan kapasitas yang sudah ada, kontribusi sektor industri terhadap produk domestik bruto (PDB) tentu bisa meningkat lebih signifikan," jelasnya.

Peningkatan utilisasi industri harus didukung ketersediaan bahan baku yang mencukupi dengan harga kompetitif. Oleh karena itu, Kemenperin berkomitmen menjaga kelancaran pasokan bahan baku, termasuk memberikan kemudahan impor bagi kebutuhan produksi yang belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Kalau bahan bakunya tersendat, tidak tersedia dalam jumlah cukup dan harga yang kompetitif, tentu utilisasi industri akan rendah. Kami akan memastikan kebutuhan bahan baku industri tercukupi dengan baik. Sepanjang impor untuk kepentingan bahan baku, kita akan beri relaksasi atau kelonggaran," tegas Sarmuji.

Meski demikian, Sarmuji menekankan bahwa bahan baku yang telah tersedia dan mampu diproduksi di dalam negeri harus menjadi prioritas utama industri nasional.

Direktur Manufacturing PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Pamungkas Bayu Triprasetyo, menyambut positif tantangan Sarmuji untuk memperluas diversifikasi produk olahan susu.

Menurutnya, inovasi merupakan bagian penting dari strategi pengembangan bisnis Cimory, sehingga perusahaan akan mengkaji peluang produksi berbagai produk turunan susu yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.