"Cimory telah melakukan banyak inovasi dan tentunya tantangan untuk mengembangkan produk baru akan kami jalankan. Kami tidak akan bergerak hanya pada produk susu cair, tetapi juga akan meninjau berbagai produk turunan susu lainnya yang berpotensi dikembangkan di Indonesia," ujar Pamungkas.
Terkait penggunaan bahan baku lokal, Pamungkas menjelaskan bahwa saat ini sekitar 20-30% kebutuhan bahan baku susu Cimory dipenuhi dari susu segar dalam negeri, yang dipasok peternak di Jawa Barat dan Jawa Timur.
"Kami menyerap sekitar 20-30 persen dari total kebutuhan susu. Penyerapan ini sudah cukup maksimal karena pasokan susu segar di Indonesia masih sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan lainnya, kami masih menggunakan susu bubuk impor," jelasnya.
Industri makanan dan minuman tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan manufaktur nasional. Pada semester I tahun 2026, subsektor ini tumbuh sebesar 6,77% dan memberikan kontribusi 41,86% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
Dari sisi investasi, industri makanan dan minuman mencatat realisasi sebesar Rp 47,74 triliun pada semester I tahun 2026, terdiri atas penanaman modal asing (PMA) Rp 19,46 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 28,28 triliun.