"Hingga saat ini, saya belum menerima tanggapan dari dia. Namun, kami tetap siap memberikan bantuan yang dianggap sesuai oleh pihak Indonesia dan akan terus berkoordinasi dengan mereka terkait hal ini," kata Fu.
Selain desakan membuka data, Alex juga menyoroti tewasnya empat orang--petugas dan pekerja--saat memadamkan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), pada Kamis (15/10) kemarin.
"Karhutla sudah tak lagi merusak kesehatan, tapi juga telah memaksa seorang orang tua kehilangan anaknya. Seorang anak kehilangan ayah. Bahkan, tanaman dan satwa langka juga musnah. Mau sampai kapan kita seperti ini," ujar anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat itu.
Ia juga menyebut karhutla telah menimbulkan korban. Berdasarkan datanya, terdapat 324 orang kategori luka berat dan 23 orang luka ringan. Mayoritas berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah.
Marak juga kasus ISPA. Berdasarkan data kumulatif dari Kementerian Kesehatan, terdapat 277.075 kasus di 63 kabupaten/kota dari 7 provinsi terdampak (per 12 Oktober 2026). Dimana, 62.400 kasus (22,5%) menimpa anak usia 0-5 tahun (balita).
Asap karhutla juga berdampak pada kualitas udara yang buruk, gangguan penerbangan di beberapa wilayah, penutupan sekolah di daerah terdampak seperti Papua dan Timor Leste serta puluhan ribu hektare lahan terbakar.
Oleh karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo sebelum semakin banyak korban berjatuhan akibat bencana karhutla.
"Kami mendesak presiden, jangan tunggu korban terus berjatuhan. Kalau negara ini tak memiliki peralatan, tentu akan banyak bangsa yang bersedia turut membantu seperti yang dilakukan Jepang beberapa waktu lalu," kata Alex.