NADIKABAR.COM — Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI berencana memanggil pihak TikTok menyusul pengaduan sejumlah penjual terkait saldo yang ditahan hingga menjadi Rp 0. Jika pemanggilan tidak memungkinkan, BAM DPR membuka opsi mendatangi langsung kantor TikTok.
Wakil Ketua BAM DPR RI Adian Napitupulu mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan mempelajari mekanisme pemanggilan TikTok. Sebab, TikTok bukan merupakan mitra kerja langsung BAM DPR RI sehingga undangan harus melalui pimpinan DPR.
"Untuk mengundang, kita harus melalui pimpinan DPR. Jadi tidak bisa mengundang langsung. Tapi tidak apa-apa, kita perlu coba memanggil TikTok juga," kata Adian dalam rapat BAM DPR RI di Kompleks DPR, Rabu (30/9/2026).
Jika memungkinkan, TikTok akan dipanggil untuk memberikan penjelasan. Namun apabila mekanisme tersebut tidak memungkinkan, Adian berencana mendatangi langsung kantor TikTok.
"Kalau bisa, kita panggil saja. Kalau tidak bisa, kita datang. Di mana sih tempatnya? (di Semanggi) Oh dekat, dekat banget. Kalau pulang kita lewat. Coba dibuat alternatif-alternatifnya," ujarnya.
Selain itu, BAM DPR akan merumuskan rekomendasi untuk disampaikan kepada komisi terkait. Adian menilai persoalan tersebut dapat diselesaikan apabila pihak-pihak yang terkait duduk bersama mencari jalan keluar.
Hari ini, sejumlah penjual bersama kuasa hukumnya mengadukan persoalan saldo penjualan di TikTok Shop ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI. Mereka mengeluhkan saldo yang tidak dapat dicairkan hingga kemudian menjadi Rp 0 setelah akun disebut melakukan pelanggaran kebijakan platform.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah penjual turut menceritakan langsung persoalan yang dialami. Nilai saldo yang dipermasalahkan mencapai ratusan juta rupiah per penjual, di antaranya Rp 549 juta dan sekitar Rp 566 juta.