NADIKABAR.COM — Serangan pesawat nirawak (drone) militer Sudan menghantam kerumunan pelayat dan pasar bahan bakar. Serangan itu menewaskan lebih dari 300 orang.

Dilansir BBC dan Xinhua, Rabu (21/10/2026), jumlah korban tewas akibat serangan di dua wilayah di negara bagian Kordofan Barat pada Minggu malam dilaporkan mencapai 150 orang. Data itu berdasarkan informasi sejumlah sumber kepada Sudan War Observatory yang merupakan lembaga pemantau konflik yang meletus pada 2023 antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Serangan drone juga terjadi di Abyei yang merupakan wilayah perbatasan yang dipersengketakan antara Sudan dan Sudan Selatan. Serangan di lokasi itu menghantam pasar bahan bakar dan menewaskan 153 orang.

Seorang sumber militer mengatakan kepada BBC bahwa militer Sudan melakukan serangan di Abyei, dengan alasan bahwa pasar tersebut merupakan lokasi pasokan bahan bakar bagi RSF. Serangan ini meningkatkan ketegangan antara Sudan Selatan dan Sudan, yang secara bersama-sama mengelola Abyei. Keduanya sama-sama mengklaim kepemilikan atas wilayah kaya minyak tersebut-sebuah sengketa yang belum terselesaikan sejak Sudan Selatan memisahkan diri pada 2011.