Dujarric mengatakan drone dilaporkan merusak pembangkit listrik utama di kota Tendalti, negara bagian Nil Putih (White Nile). Dia mengatakan warga sipil harus dilindungi.

"Kami menegaskan kembali bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi sesuai dengan hukum humaniter internasional. Semua pihak wajib senantiasa berhati-hati untuk tidak menyasar warga sipil maupun objek sipil selama operasi militer berlangsung," tegas juru bicara tersebut.

Dujarric menyampaikan PBB mengutuk serangkaian serangan drone yang melintasi perbatasan selatan menuju wilayah Abyei, di antara Sudan dan Sudan Selatan. Dia menyebut utusan pribadi Sekretaris Jenderal PBB, Pekka Haavisto, saat ini berada di Jenewa untuk menghadiri Pertemuan Konsultatif Keenam mengenai Peningkatan Koordinasi Inisiatif dan Upaya Perdamaian di Sudan. Pertemuan ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama mengenai perkembangan terkini guna mencari solusi untuk mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.

Dujarric menambahkan, baik pemerintah Sudan maupun kelompok Rapid Support Forces (RSF), tidak akan diwakili dalam pertemuan di Jenewa tersebut. Dia mengatakan pertemuan itu diikuti para mediator untuk mengoordinasikan tindakan mereka bersama-sama.