NADIKABAR.COM — Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyebut pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyiapkan 26 proyek hilirisasi dengan total nilai investasi Rp225 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan.
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana mengatakan proyek tersebut diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja sekaligus memperkuat industri nasional melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
"Hilirisasi dan industrialisasi menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan mendorong penciptaan lapangan kerja," kata Kurnia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Dalam pelaksanaannya, Danantara menyiapkan 26 proyek hilirisasi yang terbagi dalam dua fase dengan nilai investasi mencapai Rp225 triliun.
Selain mendorong investasi hilirisasi, pemerintah memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis melalui kebijakan ekspor satu pintu.
Kebijakan yang dikelola melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tersebut mulai berlaku pada 1 Juni 2026 untuk tiga komoditas, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy atau paduan besi.