NADIKABAR.COM — Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyebut tingkat kemiskinan di Indonesia turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, dengan jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 22,93 juta orang dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana mengatakan angka tersebut berkurang 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
"Pemerintah terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Kurnia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Selain penurunan tingkat kemiskinan, kemiskinan ekstrem juga menunjukkan tren penurunan. Dalam periode 2021-2025, tingkat kemiskinan turun dari 10,14 persen menjadi 8,47 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem berkurang dari 2,14 persen menjadi 0,85 persen.
Pada periode yang sama, tingkat ketimpangan yang diukur melalui rasio Gini membaik dari 0,384 menjadi 0,375.