Program tersebut diharapkan membantu meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi, memperkuat kesiapan memasuki dunia industri, dan memperluas peluang memperoleh pekerjaan yang lebih stabil.
Dalam mengukur kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga menggunakan Indeks Modal Manusia sebagai salah satu indikator pembangunan pada 2025, dengan target sebesar 0,56.
Indikator ini digunakan untuk mengukur kemampuan dan kualitas daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan dalam upaya pengentasan kemiskinan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sudah mencapai dua tahun pada 20 Oktober 2026.