"Anak saya membalas pukulan seadanya lalu anak tersebut tonjok mata anak saya sampai keluar bercak darah pada mata. Selanjutnya kepala anak saya sampai benjol," ungkapnya.

Heni mendapat informasi dari teman K, bahwa anaknya kerap dianiaya oleh P. Saat pulang ke rumah, korban dalam kondisi mata merah.

"Sebelumnya anak tersebut sering kali melakukan pukulan pada anak saya seperti cubit di tangan anak saya. Itu info yang saya dapat dari teman satu kelasnya. Setelah terjadinya keributan, anak saya langsung pergi sekolah dengan mata merah," tuturnya.

"Seharusnya pihak sekolah atau asrama mengetahui hal ini dan langsung membawa anak saya ke dokter. Tapi yang ada anak saya dibawa siang menjelang sore ke RS dan bukan di rontgen," tambahnya.

Heni mengatakan ortu P sempat meminta maaf terkait permasalahan itu. Kemudian dilakukan mediasi pada 21 September namun tidak membuahkan hasil.

"Kita mengadakan mediasi dengan pihak sekolah dan keluarga pelaku. Tapi tidak ada titik temu dan pihak sekolah tetap mengupayakan anak tersebut bersekolah dan seperti biasa ibu pelaku tetap membenarkan anknya bahwa tidak salah," ungkapnya.

Heni menjelaskan, karena itu ia melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.

"Sore itu juga saya langsung melaporkan masalah ini ke Polres Bekasi Kota dan melakukan visum dada dan mata anak saya," tutupnya.