Pada sebagian kecil kasus, informasi tambahan seperti alamat email, nomor telepon, dokumen perjalanan, hingga nomor keanggotaan frequent flyer juga berpotensi terekspos.
Meski demikian, Cathay Pacific menegaskan belum menemukan bukti bahwa informasi keuangan maupun data pembayaran pelanggan ikut diakses.
Maskapai asal Hong Kong tersebut juga memastikan sistem internal dan operasional penerbangannya tidak terdampak.
Kebocoran data di Amadeus ternyata tidak hanya menimpa Cathay Pacific. Sejumlah maskapai internasional lainnya juga melaporkan dampak insiden serupa.
Japan Airlines mengungkap sekitar 92.000 pelanggannya terdampak. Maskapai lain yang turut melaporkan insiden terkait antara lain All Nippon Airways (ANA), Korean Air, Asiana Airlines, dan Condor.