Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley menegaskan kehadiran SeaBank di Pulau Pari bertujuan untuk menjadi mitra dan sahabat bagi warga setempat, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Menurutnya, Pulau Pari memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan melalui akses keuangan digital serta pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

"Kami melihat ada potensi besar di Pulau Pari yang bisa terus dikembangkan. Karena itu, kami ingin hadir sebagai mitra dan sahabat bagi masyarakat, baik melalui akses keuangan digital maupun pemberdayaan lingkungan," ujar Sasmaya.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen SeaBank dalam menyelaraskan kegiatan bisnis perbankan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bagi SeaBank, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

"Untuk bisnis yang berkelanjutan, setiap unit usaha harus menjalankan prinsip ESG. Pulau Pari memiliki pantai yang bersih dan ekosistem mangrove yang tertata. Hal ini bukan hanya mencegah abrasi, tetapi juga diharapkan mampu menarik wisatawan sehingga perekonomian warga terus bertumbuh," kata Sasmaya.

Sebagai solusi atas keterbatasan lahan pertanian dan air bersih di kawasan pulau kecil, SeaBank turut memperkenalkan teknologi bercocok tanam sistem akuaponik. Melalui inovasi akuaponik ini, masyarakat pesisir diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan secara efisien di tengah keterbatasan lahan.