Setiap akhir pekan, Iwan menyempatkan diri menengok ayam-ayam tersebut. Kebetulan ia memiliki sepeda motor listrik. "Ya sekalian touringlah," katanya.
Keberhasilan beternak ayam ini bukan semata-mata diukur dari banyaknya telur yang dihasilkan. Kekompakan anggota dan kreativitas membuka jaringan pemasaran juga menjadi bagian dari ujian.
Para mantan wartawan yang dahulu terbiasa bekerja dalam tim liputan kini dituntut membangun kerja sama dalam usaha peternakan. Bedanya, merawat ayam tak mengenal hari libur.
Seluk-beluk beternak itulah yang diperkenalkan kepada Tian, Saeno, dan peserta lainnya di Cinagara. Ir. Dayat, instruktur BBPKH yang mendalami nutrisi pakan, mengingatkan agar ayam tidak diberi makan berlebihan. Seperti manusia, ayam juga bisa kegemukan atau obesitas sehingga produktivitas telurnya terganggu.
Pakan ayam petelur umumnya membutuhkan protein sekitar 16 persen, antara lain dari tepung ikan. Namun, protein berlebihan juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Kualitas pakan dan air minum harus selalu dijaga.
"Kalau pakan sudah tengik jangan dikasihkan ke ayam," Dayat mengingatkan.
Instruktur lainnya, Taufik Walhidayah, menjelaskan bahwa ayam relatif tahan terhadap iklim panas. Namun, suhu kandang tetap perlu diperhatikan. Kisaran suhu nyaman bagi ayam petelur dewasa sekitar 21-24 derajat Celsius.
Ayam umumnya mulai bertelur pada usia 18-22 minggu. Produksinya meningkat dan mencapai puncak pada usia 24-40 atau 45 minggu, lalu berangsur menurun seiring pertambahan usia.