Di luar persoalan teknis, Taufik menekankan pentingnya kebersihan dan kenyamanan kandang. "Kalau peternak nyaman di kandang, hewan ternak pun begitu. Itu prinsipnya dalam merawat hewan ternak," katanya.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Yayasan Agrijurno Maju Bersama (AMB), organisasi yang menghimpun sekitar 300 mantan wartawan, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat PHK.

Pada November 2025, sebanyak 120 orang mengikuti dua angkatan pertama. Tahun ini bertambah 135 peserta, sehingga total sudah 255 mantan wartawan memperoleh pembekalan peternakan ayam petelur.

Program tersebut diselenggarakan bersama BBPKH Cinagara dan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, dengan dukungan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan Pupuk Indonesia Holding Company.

Ketua Yayasan AMB, Yusrizal, mengatakan keberhasilan peternakan sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan biaya produksi dan membaca peluang pasar.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik, Imam Wahyudi, berharap keterampilan tersebut dapat membantu para mantan wartawan membangun kemandirian ekonomi sekaligus tetap menghasilkan karya jurnalistik.

Tentu saja, beternak ayam bukan jalan pintas menuju kemapanan. Ada risiko penyakit, kenaikan harga pakan, hingga kesulitan pemasaran. Apalagi jika usaha dikelola bersama-sama.

Namun, pengalaman Putri dan Iwan memperlihatkan bahwa peluang memulai sesuatu yang baru tetap terbuka setelah seseorang meninggalkan profesi yang ditekuninya selama belasan tahun.