NADIKABAR.COM — Apakah kecerdasan buatan (AI) akan membunuh kita semua? Pertanyaan ini diperbincangkan beberapa hari terakhir seiring memuncaknya ketakutan terhadap AI. Mantan peneliti OpenAI dan Anthropic pekan lalu mengguncang dunia melalui peringatan AI dapat menghancurkan manusia dalam waktu relatif dekat.
Dikutip NadiKabar dari CNBC, para tokoh terbelah pandangannya dan belum sepakat langkah apa yang harus diambil ke depannya.
Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, mendukung seruan CEO Anthropic, Dario Amodei, untuk mengendalikan pengembangan model-model AI paling mutakhir. Pesaing Amodei, CEO OpenAI Sam Altman, turut mendukung upaya tersebut.
Presiden Donald Trump menyebut ketakutan tersebut hoax, sementara Jensen Huang, CEO Nvidia, mengatakan "Kita tidak membutuhkan regulasi baru."
Khawatir AI lepas kendali, pembuat kebijakan di Washington menyuarakan perlunya 'tombol berhenti ajaib' AI, yang juga dikenal sebagai kill switch, tombol pembunuh atau pemutus darurat.
RUU 'Kill Switch' di DPR AS diperkenalkan setelah OpenAI mengungkap sekelompok agen AI-nya meretas platform Hugging Face. RUU itu memberi wewenang ke Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk memaksa laboratorium memperlambat atau mematikan model AI.