Namun usulan kill switch ditolak Senat pekan ini. Konsep ini terdengar seperti solusi jitu, namun menerapkannya tak semudah itu.

Kill switch digunakan di pabrik untuk mematikan paksa mesin saat terjadi kesalahan. Namun dalam dunia digital yang saling terhubung, hal tersebut adalah mimpi buruk.

Beberapa tahun terakhir, raksasa seperti Meta, Alphabet, dan Amazon menggelontorkan miliaran dolar ke data center yang tersebar di seluruh dunia dengan ribuan mesin, chip, server, dan sistem cadangan.

Menurut Mark Nitzberg dari University of California, Berkeley, itu membuat penerapan kill switch sangat menantang. "Kill switch harus bisa mematikan sistem utama sekaligus sistem cadangannya," cetusnya.

Mematikan paksa AI juga dapat mengganggu infrastruktur vital yang bergantung padanya, yang bisa menyebabkan jaringan listrik atau sistem keuangan rentan terhadap insiden siber.