Pemahaman sederhana mengenai kebutuhan dan keinginan tersebut menjadi salah satu inti dari edukasi yang diberikan. Siswa diajak melihat bahwa keputusan menggunakan uang sehari-hari juga merupakan bagian dari pengelolaan keuangan.
Apalagi, pilihan penggunaan uang pelajar kini semakin beragam seiring mudahnya akses ke perangkat digital. Hal itu menjadi perhatian Plt Kepala SMA Negeri 1 Rote Selatan, Marni Alinta Sandale.
Ia mengatakan hampir seluruh siswa di sekolah tersebut telah menggunakan ponsel. Namun, perangkat tersebut tidak selalu digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Sekolah pun berupaya membuat aturan agar penggunaan ponsel tidak mengganggu proses belajar. Salah satunya dengan menyiapkan loker untuk menyimpan ponsel siswa selama kegiatan pembelajaran, kecuali ketika perangkat tersebut memang diperlukan untuk pelajaran.
Dalam konteks keuangan, Marni menilai peluncuran tabungan pelajar SimPel juga menjadi langkah positif karena dapat mengarahkan siswa menggunakan uang pemberian orang tua dengan lebih baik.
"Untuk hal positif yang telah dilakukan oleh Bank NTT hari ini terkait dengan launching tabungan pelajar SimPel kepada anak-anak, kami sebetulnya mendukung secara penuh terkait dengan hal-hal ini," kata Marni.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menerima uang saku dari orang tua.
"Nah, harapan kami bahwa dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada anak-anak dengan berbagai macam pencerahan yang sudah mereka dapatkan hari ini sehingga bisa memanfaatkan uang yang diberikan oleh orang tua kepada mereka untuk mereka boleh menabungnya di bank yang ada dan untuk menjamin masa depan mereka kelak nanti," ujarnya.
Dari uang saku Rp5.000 yang dibawa ke sekolah, pelajaran mengenai keuangan pun menjadi sesuatu yang dekat dengan keseharian siswa. Ada pilihan untuk membeli jajanan, ada kebutuhan yang perlu diprioritaskan, dan ada pula kesempatan untuk menyisihkan sebagian uang tersebut.
Kebiasaan kecil seperti itulah yang coba dikenalkan melalui edukasi literasi keuangan di Rote Selatan. Bukan sekadar mengajarkan pelajar untuk menabung, tetapi membiasakan mereka berpikir sebelum menggunakan uang yang dimiliki.