NADIKABAR.COM — Telur rebus kerap menjadi pilihan camilan tinggi protein yang praktis, namun sejumlah makanan lain, seperti edamame, yoghurt Yunani, ikan tuna, dan kacang arab panggang, dapat menjadi alternatif dengan kandungan protein yang lebih tinggi.
Hal tersebut disampaikan ahli gizi terdaftar Jillian Kubala, MS, RD, di laman Health, Selasa (20/10) waktu setempat. Ia membagikan 12 pilihan camilan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian.
Satu telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 6,3 gram protein. Sebagai perbandingan, satu cangkir edamame matang mengandung sekitar 18,5 gram protein, sedangkan yoghurt Yunani menyediakan sekitar 25 gram protein per cangkir.
Selain itu, kacang arab panggang mengandung sekitar 14,5 gram protein per porsi. Kacang-kacangan ini juga menyediakan serat yang membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
Pilihan lainnya adalah kacang polong hijau yang mengandung sekitar 8,6 gram protein per cangkir, serta campuran kacang dan buah kering atau trail mix yang dapat menyediakan sekitar 11,28 gram protein per porsi.
Bagi yang menyukai camilan berbahan hewani, tuna kalengan seberat 172 gram mengandung lebih dari 40 gram protein. Udang matang sebanyak sekitar 85 gram menyediakan 20,4 gram protein, sedangkan kombinasi irisan dada kalkun dan keju Swiss dapat memberikan sekitar 19,5 gram protein.
Daging kalkun kering atau turkey jerky juga dapat menjadi pilihan praktis dengan lebih dari 25 gram protein per sekitar 57 gram sajian. Namun, konsumen perlu memperhatikan kandungan natrium dan gula tambahan pada produk tersebut.
Pilihan lain yang dapat dipertimbangkan ialah keju cottage cheese, minuman protein berbahan whey, dan batang protein atau protein bar.
Keju cottage cheese menyediakan sekitar 23,5 gram protein per cangkir, sedangkan satu takaran bubuk protein whey dapat mengandung hingga 28 gram protein. Kandungan protein pada batang protein bervariasi, dengan beberapa produk menyediakan hingga 21 gram per sajian.
Kubala menyarankan agar pemilihan camilan tidak hanya berfokus pada jumlah protein. Konsumen juga perlu memperhatikan kandungan serat, gula tambahan, natrium, serta kebutuhan nutrisi masing-masing.
Dengan variasi sumber protein dari bahan nabati maupun hewani, seseorang dapat menyesuaikan camilan dengan selera dan kebutuhan sehari-hari tanpa harus selalu mengandalkan telur rebus.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah