Doktor Ilmu Politik UI ini mengungkapkan konsumsi rumah tangga berperan penting dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Ketika pendapatan masyarakat terjaga, aktivitas perdagangan dapat terus berjalan, permintaan barang dan jasa tetap tumbuh, serta pelaku usaha berkesempatan untuk memperluas kegiatan bisnisnya.
"Daya beli masyarakat merupakan salah satu penggerak utama ekonomi kita. Ketika masyarakat memiliki kemampuan belanja yang memadai, manfaatnya akan dirasakan secara luas. Pedagang di pasar, pelaku UMKM, sektor perdagangan, hingga industri yang memproduksi barang kebutuhan masyarakat akan ikut merasakan perputaran ekonomi tersebut," jelasnya.
Selain insentif pajak, Eddy juga menyoroti pentingnya program yang memperkuat keterampilan dan kesempatan kerja, termasuk kelanjutan program magang nasional dan pendidikan vokasi. Menurutnya, kedua program tersebut perlu diarahkan untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi kebutuhan industri dan perubahan dunia kerja.
"Program magang nasional harus menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh pengalaman kerja yang nyata. Kita ingin peserta tidak sekadar mendapatkan pekerjaan atau kesempatan magang dalam jangka pendek, tetapi juga memperoleh keterampilan, pengalaman profesional, dan pemahaman tentang dunia kerja yang dapat menjadi bekal untuk membangun karier ke depan," ungkapnya.
Doktor Ilmu Politik UI ini menambahkan, pendidikan vokasi juga berperan strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan keterampilan atau upskilling dan pembaruan keterampilan atau reskilling. Upaya ini penting agar tenaga kerja Indonesia mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta munculnya jenis pekerjaan baru.