"Pendidikan vokasi dan program magang perlu dirancang agar keterampilan yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Melalui upskilling dan reskilling, kita ingin tenaga kerja Indonesia memiliki kompetensi yang semakin relevan, lebih siap memasuki pasar kerja, dan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas serta pendapatannya," jelasnya.
Eddy berharap sinergi antara program insentif ekonomi, pendidikan vokasi, dan perluasan kesempatan kerja dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan pemerintah dapat membantu menjaga daya beli dalam jangka pendek sekaligus memperkuat kualitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Ia juga mendorong agar implementasi insentif ekonomi 2027 dipersiapkan secara matang. Kejelasan aturan, ketepatan sasaran, kemudahan akses, dan pengawasan pelaksanaan menjadi faktor penting agar manfaat kebijakan dapat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Eddy menegaskan peningkatan pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan membaiknya kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, meningkatnya kesempatan kerja, dan berkembangnya kegiatan usaha di tingkat lokal.
"Harapan kita, berbagai insentif yang disiapkan untuk 2027 dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan dorongan baru bagi perekonomian nasional. Kita ingin pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas, kesempatan kerja semakin terbuka, UMKM semakin berkembang, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata," pungkas Eddy.