Untuk daerah dengan harga beras tinggi dan rumah tangga tanpa tempat penyimpanan yang memadai, Eliza menilai penyaluran dalam dua tahap lebih aman, dengan tahap berikutnya diberikan sekitar empat hingga lima minggu setelah tahap pertama.

Sebaliknya, untuk wilayah terpencil dan daerah dengan biaya logistik tinggi, penyaluran sekaligus dapat lebih rasional sepanjang beras dikemas dengan baik, tersedia tempat penyimpanan komunal, serta dilakukan pemantauan mutu.

"Satu desain yang sama untuk 33,24 juta keluarga ini mengabaikan perbedaan kapasitas simpan, ukuran rumah tangga, dan kalender harga lokal," ucap Eliza.

Menurut dia, pilihan antara penyaluran sekaligus dan berkala perlu mempertimbangkan kebutuhan penerima sekaligus kemampuan menjaga kualitas beras.

"Sekaligus lebih cepat, berkala lebih merata dan terjaga kualitasnya. Desain ideal menyesuaikan ritme kebutuhan rumah tangga," katanya.

Pemerintah melalui Perum Bulog terus memperkuat penyaluran bantuan pangan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga pangan.

Lebih lanjut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan penyaluran yang tepat sasaran diharapkan dapat menjaga daya beli sekaligus memastikan kebutuhan pangan kelompok penerima tetap terpenuhi.