Untuk semester II-2026, keyakinan terhadap kinerja ekspor bahkan meningkat. Indeks persepsi mencapai 62. Meski demikian, responden masih kurang yakin terhadap kondisi pengangguran dan tingkat inflasi.

Optimisme para ekonom tersebut berbeda dengan hasil survei terhadap masyarakat secara umum. Didik membandingkannya dengan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Juli 2026. Berdasarkan survei tersebut, penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional berada pada level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Sebanyak 49,4% responden menilai kondisi ekonomi nasional saat ini buruk atau sangat buruk. Sementara itu, hanya 15,7% masyarakat yang menilai kondisi ekonomi dalam keadaan baik atau sangat baik.

Perbedaan hasil tersebut dinilai berkaitan dengan karakteristik responden. Survei ISEI menggunakan metode purposive sampling dan secara khusus menyasar responden dengan latar belakang ekonomi dan bisnis. Sementara itu, survei terhadap publik secara umum menggunakan responden yang dipilih secara acak.

"Bagaimana survei ini bisa berbeda? Responden yang pertama (diambil secara purposive) adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih mendalam dibandingkan dengan survei publik, yang diambil secara acak," ujar Didik.

"Survei yang pertama melihat keadaan lebih realistis karena mengetahui dengan lebih benar dibandingkan dengan yang kedua, yang lebih merupakan persepsi," sambungnya.