NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC), Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tak cukup hanya dilihat dari angka. Menurutnya, pertumbuhan juga harus tercermin dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan. Hal ini juga menjadi pesan utama dari gelaran Indonesia Economic Summit yang digelar IBC pada 20-21 April 2026.
"Mencapai pertumbuhan ekonomi adalah hal yang esensial, tetapi pertumbuhan saja tidak cukup. Kita juga harus memastikan bahwa manfaat pembangunan ekonomi diterjemahkan menjadi kemakmuran yang lebih besar bagi seluruh masyarakat Indonesia di berbagai wilayah and segmen masyarakat," ungkap Arsjad dalam sambutannya dalam acara peluncuran IES di Sequis Tower, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan ekonomi tidak cukup diukur dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) maupun indikator ekonomi lainnya. Dampak sosial juga harus menjadi bagian dari indikator pertumbuhan ekonomi, mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup, hingga terbukanya peluang yang luas bagi rakyat.
Menurutnya, dampak tersebut seringkali terabaikan karena terlalu fokus pada angka-angka pertumbuhan. Padahal menurutnya, manfaat nyata yang dirasakan masyarakat menjadi bagian penting untuk pertumbuhan ekonomi.
"Kemajuan ekonomi Indonesia telah didorong oleh kontribusi kolektif dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemilik warung dan pedagang kecil hingga pusat perbelanjaan besar. Dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga korporasi besar. Dan dari Badan Usaha Milik Negara hingga bisnis swasta," jelasnya.
Arsjad menambahkan, target pertumbuhan ekonomi 8% dan kemiskinan nol tidak dapat dicapai oleh pemerintah sendirian. Menurutnya, target ambisius itu dapat terwujud melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama sektor swasta.
"Ambisi Indonesia hanya dapat terwujud melalui komitmen bersama dan kontribusi nyata dari semua pemangku kepentingan, terutama sektor swasta," pungkasnya.