Laporan RCI setebal 252 halaman menguak adanya dugaan intervensi politik, kegagalan sistem tata kelola, hingga keputusan investasi bermasalah yang memicu kerugian negara lebih dari RM 1 miliar selama rentang 2014-2020. Salah satu poin krusial yang disorot adalah kebijakan penyewaan hotel di Arab Saudi selama Jamil menjabat.
Merespons tuduhan tersebut, Jamil sempat memberikan pembelaan pada Juli lalu. Ia mengklaim seluruh keputusan strategis yang diambilnya kala itu telah sesuai dengan prosedur resmi dan berdasarkan rekomendasi dari Dewan Tabung Haji.
Untuk diketahui, Tabung Haji merupakan lembaga pengelola dana simpanan haji terbesar di Malaysia yang saat ini memegang amanah dana simpanan dari lebih dari 9,8 juta nasabah.