Namun, menurut Dino, posisi Indonesia saat ini berbeda dibandingkan masa lalu karena memiliki lebih banyak alternatif untuk menjalin kerja sama dengan negara lain.
"Dulu, sejujurnya Tiongkok, Malaysia, waktu saya di pemerintah sebagai diplomat junior, banyak sekali mendapat tekanan. Terutama dari barat ya, mengenai demokrasi, hak-hak manusia," ujar Dino.
Ia mengatakan keterbatasan pilihan pada masa lalu membuat Indonesia lebih sulit merespons tekanan dari negara lain. Sementara itu, kondisi dunia yang semakin multipolar membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pilihan mitra.
"Dunia itu multipolar. Saya bilang dunia itu multiopsi," ujarnya.
Oleh karena itu, Dino menilai Indonesia perlu memainkan hubungan diplomatik secara strategis dengan memanfaatkan berbagai alternatif kerja sama yang tersedia.