Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni menyampaikan bahwa keberhasilan panen kali ini adalah hasil dari gotong royong dan kolaborasi semua pihak baik pemerintah, akademisi, badan usaha, dan masyarakat. Secara khusus dia mengucapkan apresiasi kepada para petani yang gigih dan mau berjalan bersama mengaplikasi hasil rekayasa teknologi ini menjadi manfaat nyata buat masyarakat dan ketahanan pangan Batang.

Bangun Ekosistem Pesisir Berkelanjutan

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan pengembangan Padi Biosalin merupakan bagian dari komitmen PGN menjalankan program tanggung jawab sosial CSR dan lingkungan yang menciptakan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.

Menurut Fajriyah, panen di Batang menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan membuka lapangan kerja melalui inovasi dan kolaborasi.

Program Padi Biosalin di Batang merupakan bagian dari kerja sama PGN dan BRIN yang telah dikembangkan di sejumlah wilayah pesisir. Sejak Desember 2024 hingga saat ini, pengembangannya telah mencapai sekitar 232 hektare di Semarang, Jepara, dan Batang.

Di Semarang, pengembangan dimulai pada Desember 2024 di wilayah pesisir Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu. Dari tahap awal seluas 20 hektare, pengembangan mandiri terus berjalan sampai mencapai sekitar 180 hektare.