NADIKABAR.COM — Pendiri sekaligus pimpinan SpaceX, Elon Musk, menegaskan bahwa penggunaan layanan internet satelit Starlink untuk operasi serangan drone ofensif tidak pernah diizinkan. Pernyataan ini disampaikan untuk membela kebijakan pembatasan akses yang diberlakukan terhadap militer Ukraina.
"Penggunaan Starlink, yang merupakan layanan komersial sipil, untuk serangan drone ofensif membunuh orang tidak pernah diizinkan, dan tidak seharusnya diperbolehkan," tegas Musk melalui unggahan di platform X pada Sabtu lalu, seperti dilansir Anadolu Agency.
Musk mengklaim bahwa tindakan militer Ukraina yang memanfaatkan Starlink dalam operasi serangan ofensif telah melanggar syarat dan ketentuan penggunaan layanan tersebut.
Pihak SpaceX dilaporkan telah menutup celah keamanan pada pekan lalu untuk membatasi penyalahgunaan fungsi satelit komersial tersebut.