Vice President of Vehicle Engineering Tesla, Lars Moravy, menjelaskan bahwa mobil tersebut juga menggunakan sistem isap pada bagian bawah bodi. Menurutnya, sistem itu dapat menghasilkan gaya hingga 2 G untuk membantu mobil tetap menempel pada lintasan ketika melaju terbalik. Sementara itu, teknologi pendorong yang dikembangkan bersama SpaceX digunakan untuk melakukan manuver di udara.

Tesla juga mengklaim Roadster terbaru mampu berakselerasi dari 0 hingga sekitar 97 km/jam dalam waktu kurang dari satu detik. Untuk varian Rocket, perusahaan menyebut kecepatan puncaknya melampaui 370 km/jam, dengan jarak tempuh lebih dari 486 km dalam sekali pengisian daya.

Namun, kemampuan 'terbang' yang ditampilkan perlu dipahami secara tepat. Demonstrasi tersebut memperlihatkan mobil melayang atau melakukan manuver singkat dengan bantuan pendorong, bukan terbang bebas seperti pesawat dalam perjalanan jarak jauh. Teknologi itu juga belum membuktikan bahwa semua kemampuan tersebut dapat digunakan secara praktis dan aman di jalan umum.