Ekspansi juga dilakukan pada sisi kapasitas. HRTA menargetkan kapasitas pabrik terintegrasi mencapai 60 ton per tahun, sementara kapasitas refinery ditingkatkan menjadi 30 ton per tahun dari sebelumnya 18 ton.

BYAN mencabut status force majeure yang sebelumnya berlaku pada tiga anak usahanya, yaitu Tiwa Abadi (TA), Tanur Jaya (TJ), dan Fajar Sakti Prima (FSP). Status tersebut dicabut setelah ketiga perusahaan memperoleh persetujuan lengkap atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 dari Kementerian ESDM pada 23 September 2026.

Dengan persetujuan tersebut, ketiga anak usaha BYAN dapat kembali menjalankan kewajiban penyediaan batu bara sesuai Coal Supply Agreement kepada pelanggan. Aktivitas produksi, pengangkutan, dan penjualan juga dapat dilanjutkan.

Selain itu, perubahan RKAB memberikan tambahan kuota produksi hingga 20 juta ton. Tambahan kuota tersebut membuat ruang produksi ketiga entitas menjadi lebih besar dibanding kondisi sebelumnya.

NICL memutuskan pembagian dividen tunai interim untuk periode buku Juni 2026 sebesar Rp6 per saham. Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp63,81 miliar. Keputusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris pada 23 September 2026.

Dari sisi kinerja keuangan, NICL mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp121,60 miliar untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Total aset perseroan tercatat Rp962,05 miliar, sementara kekayaan bersih mencapai Rp831,24 miliar.

Dengan nilai dividen tersebut, dividend payout ratio mencapai 52,48% dari laba bersih semester I-2026. Setelah pembagian dividen, kekayaan bersih NICL diproyeksikan menjadi Rp767,43 miliar. Nilai tersebut masih berada di atas modal disetor dan cadangan wajib yang tercatat sebesar Rp468,66 miliar, sesuai ketentuan Pasal 72 UUPT.

Pada perdagangan 24 September 2026, saham NICL ditutup di level Rp434 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp6 per saham setara dengan dividend yield 1,38%.

Adapun perseroan belum menetapkan jadwal cum date dan tanggal pembayaran dividen. Kedua tanggal tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh NICL.

JARR - Buy 3550-3570 | TP 3630-3680 | SL 3330