Hingga semester I-2026, Antam mencatat volume penjualan emas sekitar 18,1 ton dengan pendapatan dari bisnis emas sekitar Rp 50,39 triliun. Antam juga tengah mempersiapkan pengembangan fasilitas manufaktur Logam Mulia di Gresik dengan proyeksi kapasitas sekitar 30 ton per tahun, yang saat ini berada pada tahap prakonstruksi.
Dalam periode yang sama, Antam juga membukukan produksi bijih nikel sekitar 7,78 juta wet metric ton (wmt) dan volume penjualan sekitar 6,77 juta wmt. Antam juga tengah mengembangkan hilirisasi nikel mencakup pertambangan, RKEF dan HPAL, hingga material baterai dan sel baterai.
"Kami ingin memastikan sumber daya yang dimiliki Perseroan dapat memberikan nilai tambah yang semakin optimal melalui pengembangan rantai bisnis yang lebih terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek keekonomian proyek dan pengelolaan risiko," jelas Arini.