Kideco Jaya Agung sendiri tercatat memiliki pendapatan sebesar US$ 855,1 juta pada semester I-2026, kinerja keuangan tersebut berkontribusi sekitar 71,9% dari pendapatan kotor INDY. Saat ini, INDY tercatat menggenggam 91% saham di Kideco Jaya Agung, sementara 9% sisanya dimiliki oleh Samtan Co. Ltd.

Tambang batubara asal Kalimantan Timur ini tercatat telah memproduksi sekitar 34,8 juta ton batubara pada tahun 2022 dan memiliki izin penambangan khusus yang berlaku hingga tahun 2033. Kideco Jaya Agung sendiri memiliki sumber daya sebesar 1,5 miliar ton dan cadangan sebesar 468 juta ton, berdasarkan laporan JORC Desember 2023.

Pada semester I-2026, Kideco Jaya Agung memproduksi 15,2 juta ton batu bara, naik dari 14,5 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Harga jual rata-rata secara FOB meningkat 6,8% secara tahunan menjadi US$ 54,7 per ton. Sementara itu, biaya tunai termasuk royalti naik 2,9% menjadi US$ 46,5 per ton.