PACK memperkirakan persentase kepemilikan pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD dapat terdilusi hingga sekitar 74,6 persen.

"Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD yang akan diperoleh, maka persentase kepemilikan sahamnya terhadap saham-saham Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya sekitar 74,6 persen," tulis perseroan.

Selain membiayai akuisisi, dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi juga akan digunakan untuk pelunasan pinjaman dan modal kerja perseroan maupun entitas anak.

PACK memperkirakan aksi tersebut akan memperkuat struktur permodalan melalui peningkatan ekuitas. Akuisisi DDL juga diharapkan meningkatkan kapasitas perseroan di bidang pertambangan mineral.

Sejalan dengan ekspansi ke bisnis pertambangan mineral, khususnya nikel, PACK juga berencana menambah kegiatan usaha penunjang.

Perseroan mengusulkan penambahan KBLI 46721 untuk Perdagangan Besar Bijih dan Konsentrat Logam serta KBLI 70209 untuk Aktivitas Konsultasi Manajemen dan Bisnis Lainnya.

Melalui KBLI 46721, PACK dapat melakukan pembelian dan penjualan bijih nikel serta konsentrat logam lainnya. Sementara KBLI 70209 memungkinkan perseroan memberikan jasa manajemen dan konsultasi kepada anak usaha, termasuk dalam perencanaan strategis, keuangan, perencanaan tambang, kepatuhan, dan pengadaan.

"Pengelolaan dapat dilakukan secara terpusat sehingga diharapkan pengelolaannya dapat lebih efisien," tulis perseroan terkait penambahan kegiatan usaha tersebut.

Seluruh rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 30 November 2026. Agenda rapat mencakup perubahan kegiatan usaha, akuisisi Bumanik, penerbitan HMETD, serta pembelian saham DDL yang merupakan transaksi material dan terafiliasi.