MKNT menggelar paparan publik untuk menyampaikan kondisi grup dan rencana setelah pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Ikhtisar grup yang dipaparkan manajemen menunjukkan pendapatan tahun buku 2025 lebih dari Rp 900 miliar dan total aset sekitar Rp 1.300 miliar, dengan lebih dari 600 karyawan di seluruh grup.

Secara proforma setelah PMTHMETD, neraca grup menunjukkan total aset Rp 1.604,5 miliar, liabilitas Rp 628,0 miliar, dan ekuitas Rp 976,5 miliar, atau rasio liabilitas terhadap ekuitas 0,64 kali. Angka ini bersifat proforma dan indikatif, dan bukan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit.

Bisnis manufaktur baja grup memproduksi dan memasok baja struktural untuk proyek konstruksi berbagai skala di Indonesia sejak 2008. Perjalanannya dimulai dari produksi billet 100.000 ton per tahun, dan kapasitas itu berhasil digandakan dalam dua tahun. Penerapan teknologi rolling mill pada 2012, disusul penambahan kapasitas 20% pada 2014, hingga memiliki kapasitas terpasang sebesar 300.000 ton per tahun pada 2025. Pabriknya berdiri di atas lahan 6 hektare (ha) di dalam kompleks seluas 9 ha di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, dengan lebih dari 550 tenaga kerja terlatih.