Pergerakan tersebut berlangsung dalam skala geologi dan tidak berarti setiap pergerakan langsung menghasilkan gempa. Namun, interaksi antarlempeng menjadi salah satu faktor utama yang membentuk kondisi tektonik aktif Indonesia.

Menariknya, kondisi tektonik yang sama juga memberikan berbagai keuntungan bagi Indonesia. Badan Geologi mencantumkan sedikitnya lima anugerah geologi yang berkaitan dengan proses tektonik.

Pertama adalah cekungan migas, yang menjadi tempat terbentuk dan terakumulasinya minyak serta gas bumi. Kedua, energi panas bumi. Aktivitas geologi dan vulkanisme menyediakan sumber panas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi.

Ketiga adalah jalur mineralisasi, yang berpotensi menghasilkan berbagai mineral logam maupun nonlogam. Keempat, aktivitas vulkanik membentuk tanah subur dari material hasil erupsi dan proses geologi lainnya. Kelima, proses geologi selama jutaan tahun turut menghasilkan bentang alam bernilai wisata, mulai dari pegunungan hingga berbagai lanskap khas Indonesia.

"Satu tatanan tektonik, beragam sumber daya untuk dimanfaatkan," Badan Geologi merangkumnya.

Secara lebih luas, Badan Geologi juga menjelaskan bahwa pertemuan empat lempeng di Indonesia membentuk cekungan, jalur magmatik, jalur gunung api, struktur geologi, sekaligus sumber daya geologi.

Namun, ada konsekuensi lain dari posisi tersebut. Badan Geologi mengingatkan bahwa tektonik aktif juga menjadi sumber berbagai bahaya geologi. Dalam infografik keduanya, terdapat empat bahaya utama yang disorot, yakni gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, dan gerakan tanah.