Pertanyaan yang biasanya hanya beredar di grup diskusi investor kini tertulis dalam dokumen resmi penyedia indeks terbesar dunia. Siapa sebenarnya yang membentuk harga di bursa Jakarta?
Kata kuncinya adalah free float, porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik. Di atas kertas, angka itu tercatat di laporan emiten. Dalam praktik, sebagian saham yang tercatat sebagai milik publik bisa saja berada di tangan pihak yang terhubung dengan pengendali.
Celah inilah yang membuat MSCI sejak Januari 2026 membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia, mulai dari pembekuan kenaikan faktor inklusi asing hingga tak lagi menambah emiten baru untuk direkomendasikan kepada para manajer keuangan institusi global.
Pada hari yang sama dengan anjloknya indeks, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka hasil pemeriksaan yang memperlihatkan bagaimana celah itu bekerja.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana dua emiten Grup Barito, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), sejak awal sudah dirancang untuk sekelompok pihak yang terkait dengan pemegang saham pengendali.