Terakhir, perubahan pola buang air besar yang menetap. Perubahan frekuensi, bentuk feses, atau munculnya rasa ingin buang air besar secara mendesak perlu diperhatikan, terlebih jika disertai nyeri perut atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Perubahan pola buang air besar tidak selalu menandakan penyakit serius. Pola makan, asupan cairan, obat-obatan, dan aktivitas sehari-hari dapat memengaruhi kondisi feses.
Namun, perubahan yang menetap atau disertai gejala lain tidak sebaiknya diabaikan. Pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan penyebabnya dan memastikan apakah seseorang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah