Salah satunya industri perkebunan. Pengurus Bidang Komunikasi GAPKI Mochamad Husni mengatakan sektor sawit yang mencakup sekitar 16 juta hektare perkebunan dan melibatkan sekitar 16 juta tenaga kerja masih menghadapi proses manual dalam pencatatan kebun, logistik tandan buah segar (TBS) hingga pelaporan keberlanjutan.
Teknologi seperti AI, drone, citra satelit, IoT dan analitik data dinilai dapat membantu proses tersebut, termasuk untuk memprediksi produksi dan meningkatkan kemampuan traceability.
Kondisi itu sekaligus membuka ruang baru bagi operator. Konektivitas di kawasan perkebunan dapat menjadi pintu masuk untuk menawarkan layanan IoT maupun solusi digital kepada pelaku industri.
Pada akhirnya, perubahan dari Telco menuju TechCo bukan hanya persoalan operator mengembangkan teknologi baru. Perubahan tersebut membutuhkan jaringan, spektrum, regulasi, talenta, mitra industri dan model bisnis yang memungkinkan investasi terus berlanjut.