"Makanya ini kan kita kemarin sebenarnya ketika ketemu dengan Dubes EU itu untuk mempersiapkan implementasi termasuk persiapannya seperti apa sekarang. Kami juga konfirmasi kepada Dubes EU seperti apa persiapan di sana. Karena kami pada dasarnya sudah siap. Tapi kan harus menunggu juga tanda tangan di sana," tambah Busan.

Jika IEU-CEPA ini sudah diimplementasikan secara penuh pada Januari 2027, pemerintah menargetkan peningkatan nilai ekspor ke Benua Biru hingga dua kali lipat dari nilai saat ini. Di mana sejumlah produk manufaktur padat karya seperti pakaian jadi, tekstil, alas kaki, dan elektronik menjadi target peningkatan yang paling signifikan.

"Kita sih tahun depannya kalau sudah berjalan ya kami harapannya paling tidak bisa 2 kali lipat ya dari yang sekarang. Komoditasnya terutama produk-produk manufaktur yang padat karya seperti pakaian jadi, tekstil, alas kaki, elektronik itu memang jadi target kita," pungkasnya.