NADIKABAR.COM — Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan tradisi lisan dan sistem tulisan tradisional merupakan kekayaan Nusantara yang harus dilestarikan melalui ruang digital global.
Dia menyampaikan Indonesia merupakan negara dengan keragaman budaya yang sangat tinggi (mega cultural diversity), dengan sekitar 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, serta belasan sistem tulisan tradisional atau aksara Nusantara.
Aksara Bali, Jawa, Sunda, Batak, Lontara, hingga Pegon dinilai bukan sekadar karakter visual, melainkan juga identitas, sarana penyimpanan ilmu pengetahuan, dan penghubung peradaban antargenerasi.
"Kemajuan teknologi harus merangkul pemajuan kebudayaan. Seiring dengan peresmian peluncuran Nama Domain Internasional untuk aksara Nusantara, kita mengambil langkah penting menuju terwujudnya visi agar warisan budaya tetap menjadi bagian yang hidup dari masa depan digital kita," tegas Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam acara gala dinner Pertemuan Umum Tahunan ke-87 Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN87) yang berlangsung di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (19/10).
Penyelenggaraan ICANN87 menjadi momentum bersejarah karena merupakan pertemuan publik ICANN pertama yang diadakan di Indonesia. Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebudayaan Nasional Indonesia dan Hari Internasional Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyambut peluncuran Nama Domain Internasional atau Internationalized Domain Names (IDN) berbasis aksara Nusantara, yakni aksara Bali, Jawa, dan Pegon.