"Pengakuan teknis terhadap aksara kita merupakan tonggak penting. Namun, ambisi kita yang lebih besar adalah memastikan bahwa tradisi penulisan ini dapat dipelajari, diakses, dan digunakan secara aktif oleh masyarakat. Hal ini memerlukan kerja sama berkelanjutan dalam beberapa bidang, seperti perguruan tinggi, lembaga kebudayaan, dan para pemangku pengetahuan tradisional," ungkapnya.
Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap peluncuran Nama Domain Internasional bagi aksara Bali, Jawa, dan Pegon dapat menginspirasi inovasi berkelanjutan, memperkuat literasi budaya, dan membuka berbagai kemungkinan baru bagi tradisi penulisan lainnya di Indonesia dan seluruh dunia.
"Mari kita bangun masa depan digital di mana setiap budaya dapat menemukan tempatnya, setiap bahasa dapat didengar, dan warisan budaya kita terus berkembang," pungkas Fadli Zon.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Bali I Wayan Koster; Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Isnawan Aslam; delegasi dan perwakilan Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN); serta perwakilan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, pakar teknologi, pelaku budaya, dan komunitas budaya.
Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan serta Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda.