Pernyataan itu sekaligus membantah tudingan Roy Suryo Cs yang menyebut pada 1985, belum ada font Times New Roman, sehingga ijazah tersebut diduga palsu.

Dalam persidangan itu, Jokowi juga mengungkapkan turut menghadiri wisuda UGM sebagai simbol kelulusan pada November 1985.

"Wisuda kami ikuti bersama-sama dengan seluruh fakultas di UGM pada tanggal 19 November 1985 di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta," kata Jokowi menjawab pertanyaan jaksa.

Jokowi juga membeberkan dari Fakultas Kehutanan UGM saat itu, ada 14 orang lulusan yang menjalani wisuda, termasuk dirinya.

Di sidang tersebut, Jokowi juga meminta izin kepada hakim untuk menunjukkan ijazah-ijazahnya dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga strata satu.

"Kalau diperkenankan saya mau menunjukan kepada pengunjung juga, Yang Mulia," kata Jokowi.

Hakim sempat meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazah di momen lain. Namun, dia memohon agar bisa menunjukkan secara langsung.

"Karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA, dan ijazah S1 saya. Mohon, Yang Mulia," kata dia.

Jokowi lalu menghadap ke arah pengunjung sidang dan menunjukkan beberapa ijazahnya. Pengunjung pun riuh.

Dari penjelasannya, Jokowi bersekolah di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta, lanjut SMP Negeri 1 Kota Surakarta, lalu ke SMA Negeri 6 Kota Surakarta, dan studi S1 di Fakultas Kehutanan UGM.