FBI juga mengamati para peretas mulai mengonversi aset curian tersebut ke bentuk Ethereum dan memperkirakan proses pencucian uang akan terus berlanjut melalui layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi) serta platform pertukaran instan.
Untuk menekan pergerakan dana ilegal tersebut, FBI mendesak pihak swasta untuk segera memblokir transaksi yang terhubung dengan alamat dompet digital kelompok tersebut.
Namun, tuduhan tegas FBI justru memicu respons ragu dari Presiden AS Donald Trump. Ia mengaku belum bisa memastikan keterlibatan Pyongyang secara penuh dalam insiden pembobolan skala besar ini.
"Saya tidak khawatir. Kami sedang mempelajari hal ini. Kami tidak tahu apakah itu Korea Utara," kata Trump kepada wartawan di kediamannya di Florida pada Sabtu (31/10) malam.